Bismillahirrohmanirrohim
- SATU
"Aku suka bgt menikmati hujan, dan aku selalu berharap muncul pelangi setelah itu. Entah dr segi apapun setiap kali aku melihat hujan seperti nya mereka sedang berusaha menghiburku." Aku ingat kata-kata ini pernah aku lontarkan beberapa bulan lalu ke cowok yg sekarang duduk termangu di pojok kantin.
Dia selalu begitu. Sendirian, aneh & monoton.
Yap! Nama nya Aldi. Trademark tinggi, rambut klimis & sedikit berisi. Tipe-tipe cowok pendiam.
Aku mengenalnya semenjak MOS hari pertama. Kala itu hujan turun dg derasnya disaat pulang sekolah. Aku yg tidak membawa payung jelas saja lebih menunggu hingga hujan reda. "Hey, nunggu jemput ya?" tiba2 aku di kagetkan dg seorang cowok yg sudah duduk tepat di sampingku sambil nyengir kuda. "hah. Enggak. Aku nunggu hujan reda." jawabku datar.
"oh gitu. Mau gue temenin?" "kebetulan gue lg nunggu di jemput" timpalnya.
Aku masih saja menatap ke depan lurus.
"lo suka liat hujan?"
"iya"
"kenapa?"
"adem aja"
Dan kita sama-sama menikmati hujan dg cara masing-masing.
- DUA
Putriiiiiiiiiiii gimana di sekolah baru? AAAAA kangen! Baik2 disana ya. Senyum melihat sms dr Sonya. Ini anak memang ekspresif bgt. Hafal sekali dg nada nya yg selalu satu tingkat lbh tinggi dr kebanyakan perempuan.
Tp ini yg buat aku selalu kangen dg nya. Dia sahabatku di SMP dan msh sampai sekarang. kita beda sekolah. Dia pindah ke luar kota sdgkan aku masih menetap di Jakarta.
Jam istirahat aku habiskan di dlm kelas. Makan bekal lalu bersmsan ria dg Sonya.
Tidak seperti biasanya aku lbh suka berdiam diri.
Bel berbunyi menandakan jam terakhir berakhir.
"Put, pulang naik apa?"
"angkot Ra"
"bareng ya, gue lagi ga di jemput nih"
"yuuk" sergahku ceria sambil menarik tangan Era.
Terik sekali matahari siang. Baru keluar dr gerbang sekolah aja sdh mengeluarkan keringat ckp banyak.
"duh, gue ga kuat kalo gini cara nya ngangkot. Bisa2 berebut oksigen itu di dlm nanti".
"yah Era. Ini tuh seni. Coba aja nikmatin"
"semprul koe! Pingsan bisa gue. Gue ga mau ah"
"yaaa up2u" kataku sambil menyodorkan kedua tangan.
"aku duluan ya Ra"
Di angkot gak seburuk yg Era kira. Cuma ada beberapa penumpang anak sekolah. Aku ambil posisi terpewe pojok samping jendela.
Buka novel dan fokus!
Maklum jarak sekolah ke rumah lumayan jauh. Bagusnya hny dg sekali ngangkot jd bs tenang baca deh.
"Eh elo?"
Cuek aja. Hny mengdengar tp tatap mata msh ke dlm novel.
"halo, gue ngmng sm lo!"
Menaikan alis "eh sorry"
Dlm hati (ih ini cowok kenapa sih selalu muncul mengagetkan)
"kok ngangkot? Ngga di jemput?"
"gue lg kepengen aja ngangkot lagian sekalian beradaptasi dg lingkungan luar sekolah"
"oh" jawab aku singkat. Lalu meneruskan membaca lagi.
"rumah lo msh jauh ya?"
"iya"
"kalo mau ke Depok. Naik apa sih?"
Sontak nutup buku. "ah km mau ke Depok? Ya ampun. Knp naik ini angkot?"
"gue liat lo naik ini angkot, yaudah gue ikut"
"alasan macam apa itu hah!"
Aku turun dr angkot dg cepat.
"knp km ngikutin aku lg sih? Seneng bgt ya mengbututi org".
"lo gak kasian apa? Gue salah naik angkot. Trus nanti kalo gue nyasar, tersesat gak bs plg lo ga iba gt?"
"KLISE!!!!!"
Setengah teriak melontarkan kata itu ke diri nya.
Heran ngga logis bgt. Pasti dia pny ponsel. Punya uang trus bs bayar taksi. Toh kalaupun gak bw uang lebih bisa bayar di rumahnya.
"maaf maaf"
"gue cm mau kenal lo aja kok. Waktu itu gue blm sempet tanya nama lo"
"Putri"
Singkat padat dan jelas.
berhenti dulu ya next time
BalasHapus