Selasa, 31 Juli 2012

Comfortable

Bismillahirrahmanirrahim.

Belum selesai ku menuruni tangga tiba-tiba mama bicara padaku. Bagaimana dengan tawaran kerja di tempat teman mama...Ya Allah......Engkau Maha Tau :-)

Senin, 30 Juli 2012

Bangkit~

Bismillahirrahmanirrahim.

"kamu jahat kit. Kamu ninggalin aku gitu aja, tanpa kepastian." Suara Putri melemah. "Putri, ngapain sih ngomong sama foto gitu? Udah Put, kamu harus ikhlas" Karlina yang tanpa sadar melihat kelakuanku ini.
"Karlina benar, aku terlalu melankolis seharusnya aku benar-benar ikhlas dengan tindakan ku yang sekarang nggak boleh sedih lagi" bicara ku dalam hati.
"Sini cerita sama aku Put, siapa tau aku bisa bantu" Jawab Karlina seakan tau isi hatiku.

Putri gadis manis yang pembawaan nya selalu ceria, ia humoris dan tak sedikit pula laki-laki yang tertarik dengan  dirinya. Tapi lihat? Putri sulit untuk jatuh cinta "lagi". Hatinya seakan terpaut pada satu cowok saja yaitu Bangkit.

Minggu, 29 Juli 2012

Serius

Bismillahirrahmanirrahim.


Jangankan bicara pada nya, menengok ke arahnya pun aku malu. "Si, kamu tuh sudah besar. Jangan mama lagi yang nemui teman-teman cowok mu. Mama bingung harus ngomong apa Si" Mama seraya berkata kepadaku. "Iya mah, tapi Sisi nggak mungkin nemuin mereka. Sisi nggak mau kalau kedatangan mereka hanya untuk main-main atau cuma ngeliat Sisi" "Mama ngertiin ya" Sisi melanjutkan kata-katanya sambil mengecup halus pipi mama nya.

Jangan bingung sama sikap Sisi. Dia memang gitu, dia nggak mau ada laki-laki yang main ke rumahnya kalau nggak ada kepentingan. Selagipun ada kepentingan harus melewati mama nya dulu atau adik nya. Aku biasa denger ini ketika mama menceritakan kembali kepada teman-teman perempuan baik laki-laki ku.

Sebenarnya aku nggak cuek-cuek banget. Selagi mama menemui teman laki-laki yang datang aku mendengarnya dari atas. Terkadang aku senyum-senyum sendiri melihat pertanyaan yang mama lontarkan itu. hihi
Di tanya mengenai keluarga nya, pendidikan nya dan lain-lain.


"Si, serius lo nggak mau pacaran dulu tapi langsung nikah?  tanya Pipid mendesak. "Pid, buat apa pacaran kalo di Islam sudah di sediakan Ta'aruf?" "Lagian ya pacaran setelah nikah itu pasti jauh lebih menyenangkan " Sembari coleh bahu Pipid. "Iya Si, ngerti gue. Tapi emang zaman sekarang ada cowok yang ngerti sama maksud lo itu Si" "Ya ngerti lah, kenal Islam kenal Ta'aruf dong Pid" Kataku santai. "bukan gitu Si, itu cara lo yang nggak mau nemuin cowok yang datang ke rumah lo, itu lo nolak dia?" "Pid, emang dia ngapain Sisi? kok Sisi tolak? Sisi cuma nggak mau nemuin mereka aja kok....karena memang belum waktunya Pid" aku melanjutkan "Lagian Pid, ini menjadi seleksi alam tersendiri lagi. Siapa yang gugur siapa yang terus melaju. Seru kan Pid?"
'Seru aja deh, Si" Yuk ah katanya kita mau makan tahu gejrot.~

Deg-degan itu bukan pertanda cinta, ya cuma kebanyak orang mengartikannya seperti itu. Padahal mah, deg-degan kan bisa di buat sendiri.
Mengendalikan perasaan itu memang rada-rada susah susah gampang. Bagus perasaan itu nggak bisa kebaca sama manusia, jadi bisa dalam-dalam menyembunyikannya. Bisik ku dalam hati~



Jumat, 27 Juli 2012

7~

Bismillahirrahmanirrahim.

Ini semua mengingatkanku pada sesuatu. Gang sempit  yang menjadi tempat hilir mudik untuk memasuki pasar. Di penuhi dengan berbagai orang dari berbagai kalangan menengah kebawah. Ada pengemis yang sedang asyik ngobrol dengan sesama pengemis. Pengemisnya sudah tua sangat tua menurutku ia di dorong dengan gerobak kayu. Yang menggangguku kenapa pengemis itu merokok?
Ada juga anak kecil yang nangis menjerit....entah apa yang ia tangisi. Ada adik kecil yang sibuk dengan hp kameranya...di tengah hilir mudik ia pede aja berpose.
Sudah menjelang maghrib...banyak toko-toko yang sudah tutup. Aku hanya mengantar teman kantorku untuk membeli barang dagangan. Aku duduk dan memandang sekitar.

Di tengah ramai nya pasar ku dpati seorang bapak-bapak sedang memilih mukena, sepertinya ia bingung harus membeli yang mana. Aku berdiri seraya menunjuk yang menurutku bagus......bapak itu bilang ini untuk anaknya. Bapak yang perhatian~

Aku bersyukur sekali di lahirkan di keluarga seperti ini, mempunyai sahabat-sahabat, di lingkungan yang baik, Uh tak pantas rasanya keluh kesah yang sering keluar dari mulutku. Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?)
Aku membayangkan di posisi mereka......tapi aku tak kuat untuk terus membayangkan nya.

Merdu bannget suara imam nya. Subhanallah, sesuatu yang di sampaikan lewat hati pasti akan mudah sampai ke hati pula.  Aku bersyukur bisa berada di sini. Di sekelilingi orang-orang besar. Allah Maha Adil dan derajat kita sama di mata Allah.
Jadi, yang kaya yang sederhana yang apapun juga di dengar sama Allah. Allah Maha Mendengar.
Aku haru dan teharu sekali dengan lantunan nya. Aku juga haru bisa merasakan shalat tarawih di sini. Ya.....di sini :-)


Senin, 23 Juli 2012

:"")

Bismillahirrahmanirrahim.

Seketika itu juga air mataku menetes.....apa aku yang egois?
Ya Allah jadikan aku sebagai hamba-Mu yang pemaaf.

Teman, bagaimanapun kamu sudah membuatku menangis dalam, Bagaimanapun kamu telah mengecewakan aku dengan kata-katamu. Teman, kamu mengajarkan aku memaafkan.

Teman, aku kecewa dengan perkataanmu yang takut album mu sepi sedang kamu bilang juga ngga ada yang mau lihat foto ku. Teman, ketahuilah, aku hanya ingin menghapus foto-fotoku yang ada di album mu semata-mata aku ingin taat. Aku malu teman....aku malu masih terpampang foto tanpa hijabku di dunia maya.
Bukan semata, karena aku ingin menyusahkan mu yang sudah meng-upload dahulu kini ku dengan enaknya meminta passwordmu untuk dapat menghapus foto-fotoku. Teman, setiap orang bisa berubah.........

Teman, kenapa kamu takut album mu sepi ketimbang membantuku?
Kamu teman dekatku tak inginkah menolongku?
Teman, aku tak ingin membandingkan mu dengan teman-temanku yg lain tapi teman, teman yang lain pun dengan senang hati mengerti diriku. Aku berusaha sekali meminta password mereka aku ingin menghapusnya.
Aku takut teman, nanti di akhirat ketika aku ditanya kenapa masih memajang fotoku di dunia maya?
Ketahuilah, aku takut teman Allah cemburu padaku.

Teman, maafkan aku..........yang selalu ngerepotin kamu.
Maafkan aku.
Maafkan aku.

Teman, akupun akan memaafkanmu....tanpa syarat.


~ku buat notes ini dengan mengucur deras air mataku. Sungguh teman. Sungguh.

Minggu, 22 Juli 2012

Mawar~

Bismillahirrahmanirrahim.

"Kenapa sih kamu males banget jadi anak, bok ya bantu mama beres-beres rumah" Hani yang baru saja pulang kerja hanya menjawab diam.
"Padahal aku sudah mencuci pakaian sendiri, menyetrika, mencuci piring, mengepel atas ku korban waktu istirahat...Hmm tapi sepertinya itu belum cukup buat mama puas" Bisikku dalam hati.

Kamis, 19 Juli 2012

Kalau kita tidak kuat, bagaimana ingin menguatkan orang lain~

Bismillahirrahmanirrahim.

Marhaban Yaa Ramadhan..
Bulan penuh kemenangan....bulan penuh berkah.....


"Aisyah, pagi-pagi udah basah-basahan aja sih" Lengan bajuku memang terlihat basah walau aku sambil berlari-lari kecil berharap tidak yang memperhatikanku lekat.
"Iya nih, suka aja kalo basah" Jawab aku sekenanya.
"Aisyah jangan lari-lari...nanti jatuh"..."Baik" sahutku.

"Aisyah, kamu habis nangis ya?" "Engga" Jawabku sumringah. "Itu masa ada air keliatan" Moli sambil menunjuk ke arah matanya sendiri.
"Engga...siapa lagi yang habis nangis" Seraya mendorong meja mengambil berkas-berkas yang mesti ku ambil.
"Terima kasih yaa" Kataku berlalu pergi.

"Huh, nampaknya sudah ku sembunyikan dalam....tapi masih kelihatan" Bisikku dalam hati. Tadi selepas shalat sengaja aku membasuh wajahku kembali supaya tidak terlalu kentara tapi, sepertinya orang-orang melihatnya jelas.


Kalau kita tidak kuat, lantas, bagaimana bisa menguatkan orang lain :-) Semangat kawan :-)))))))




~Ainylestari









































Selasa, 17 Juli 2012

I

Bismillahirrahmanirrahim.

"Aku akan nunggu kamu, sampai kamu siap Li" suara Handri mengecil seraya meninggalkan aku sendiri.  Aku tidak bisa terpedaya dengan seuntai kata-kata atau jani-janji yang entah ditepati atau tidak. Ku tangkap dari wajah Handri kelihatan nya dia serius.....bulat sudah tekadnya.....untuk menungguku.

Besok pasti menyenangkan, bagaimana tidak? Fix kami bertujuh akan pergi ke luar kota. "Gif, besok nyetirnya hati-hati yaa" kataku mengingatkan Gifar lewat sms. "Lho, emangnya kamu nggak ikut besok?" "ikut kok Gif" "Oh" Gifar Gifar, jadi orang jangan kebangetan cuek kenapa sih? karena itu memang selera aku bgt....iuh.
Pagi-pagi udah semangat 45 prepare untuk berpinik ria bareng sahabat-sahabat Hmm sama dia juga sih jadi semangat banget bukan semangat ajahhh :P
"Jemput Sabi dulu teman-teman, biasalah dia telat....jadi apa kita kalo nunggu dia?." "jadi orang" krik. Pertanyaan retorik itu di jawab Talita sekenanya...alhasil garing.
"Eh, radio on dong" Mawar seakan ingin menutupi kegaringan Talita tadi. Seperti biasa, aku masih kalem...duduk manis...senyam senyum ngga jelas. Temen-temen sih sudah mudeng. Gifar dan aku pasti diem-dieman seperti orang yang baru kenal eh ngga deh, mending kalo baru kenal masih nanya-nanya. Nah ini, flat man!
"Bi, duduk depan lah" Sabi yang baru saja kita jemput senyum cengengesan berasa ngga punya salah. "Tau salah lo ngga sih Bi? aku angkat bicara. "Iya, tau-tau Li, semuanya gue minta maaf" kami memanggut puas.

Gini nih....kalo sudah komplit kita pasti rame. Iya...rame banget. Rame sendiri-sendiri maksudnya hehe Perempuan seturu perempuan. Laki-laki seturu laki-laki. Tapi, anehnya kita selalu gantian bicara. Selagi, laki-laki yang bicara mengenai sekolah, genk-genk, apalah itu yang pasti nya bukan cewek banget kami perempuan mendengarkannya. Um, tepatnya gak sengaja mendengar karena kan kita gak di ajak ngomong. Begitupun sebaliknya.

"Mila, diem aja. Mual ya? Mila rada mabok AC mobil. "Biasa Li"










































Senin, 16 Juli 2012

Panduan Para Wanita Dalam Menentukan Pilihan

Bismillah, Alhamdulillah. semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam, kepada keluarga beliau, sahabat beliau dan orang yang mengikuti beliau dengan baik. amma ba’du : Ini ringkasan buku Tipe Suami Penentram Hati karya Syaikh Nada Abu Ahmad cet Pustaka Kiswah yang judul aslinya Man Takhtarin. Muqaddimah Allah Subhanahu wa ta’ala memuliakan perempuan dan menjadikan nyaa sebagai saudara kandung laki - laki dalam hal hak dan kewajiban.  Dari Aisyah Radhiyallahu’anhuma bahwasanya Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : إن النساء شقائق الرجال “Sesungguhnya kaum perempuan adalah saudara kandung kaum laki - laki.” [Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi] Imam Ibnu Jauzi rahimahullah berkata : “Kaum perempuan adalah saudara kandung kaum laki - laki, maka sebagaimana laki - laki tertarik pada perempuan, begitu juga perempuan juga tertarik kepada laki - laki. Kemudian salah satu hak perempuan adalah memilih laki - laki yang akan menjadi teman berbagi didalam kehidupan nya dan ia akan berada dibawah kekuasaan suami nya pada sisi umurnya. Dan, menjadi kewajiban orangtua atau wali untuk memilihkan suami bagi anak perempuan nya, sehingga dia tidak menikahinya kecuali dengan laki - laki yang beragama dan berakhlak mulia.  Jika si laki - laki mempergauli si perempuan, ia akan mempergaulinya dengan cara yang makruf. Namun, jika ia ingin menceraikan akan menceraikan nya dengan baik.” Aisyah Radhiyallahuanhuma berkata : “Pernikahan adalah ikatan perbudakan, maka hendaklah salah seorang dari kalian memperhatikan kepada siapa ia akan menyerahkan anak perempuan nya.” Dari sinilah diketahui bahwa menjadi kewajiban wali dan perempuan itu sendiri untuk memilih suami yg baik dan berkepribadian yang kuat. Lantas apa saja sifat - sifat yang harus dipenuhi oleh seorang pendamping hidup, teman menghabiskan sisa umur, orang yang anda serahi janji kehomatan anda dan anda baiat untuk menahkodai bahtera kehidupan anda, orang yang akan merengkuh tangan anda untuk menapaki jalan kehidupan hingga anda berdua sama - sama mendengar seruan : “Masuklah kedalamnya dengan sejahtera dan aman” Pemilihan laki - laki yang baik merupakan pintu gerbang pertama yang akan anda lalui, entarh menuju ketentraman, cinta dan kasih sayang atau menuju perpecahan dan ketidaksepahaman. [Tipe Suami Isteri Penentram Hati hal 13-14 dengan sedikit ringkas] Tipe Suami Idaman para Wanita 1. Seorang yang Beragama Berdasarkan firman Allah Subhanahu wa ta’ala : “….Sungguh, hamba sahaya laki – laki yang beriman lebih baik daripada laki – laki musyrik meskipun dia menarik hati mu….” [Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 221] Suami yang beragama adalah suami yang apabila mencintai isterinya, ia memuliakan nya, namun jika tidak menyukai perbuatan isterinya dia tidak menzaliminya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Apabila datang kepada kalian seseorang yang kalian ridha agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia (dengan anak kalian). Jika kalian tidak melakukan nya, maka akan terjadi fitnah dimuka bumi dan kerusakan yang luas.” [Hasan : Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi] Keutamaan Suami yang beragama…? Seorang suami yang beragama tidak akan bertindak zalim terhadap isterinya apabila ia marah, tidak mencela isterinya tanpa sebab, tidak memperlakukan isterinya dengan buruk dan kasar. Karena dia sangat paham dengan sabda Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam : “Sebaik – baik orang diantara kalian adalah orang yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik terhadap keluargaku.” [Diriwayatkan oleh Ibnu Majah] Maka sudah seharusnya orangtua atau wali perempuan memperhatikan agama dan akhlak laki – laki yang datang melamar.  Seorang laki – laki berkata kepada Imam al-Hasan rahimahullah, : “Anak perempuan saya dilamar oleh beberapa orang laki – laki, lantas dengan siapa saya harus menikahkan nya?” Hasan rahimahullah menjawab : “Dengan orang yang bertakwa kepada Allah. Jika orang (laki-laki) itu mencintai putri mu, ia akan memuliakan nya, namun jika dia membencinya, ia tidak akan menzaliminya.” Laki – laki yang beragama walaupun miskin lebih baik…! Dari Abu Al-Abbas Sahl bin Sa’d as-Sa’di ia berkata : “Seorang laki – laki melintas dihadapan Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam, lalu beliau bertanya kepada seorang laki – laki yang duduk disamping beliau “Bagaimana pendapat mu tentang laki – laki itu?”  Orang (yang ada disamping beliau) itu menjawab : “(Dia itu) seseorang laki – laki dari kalangan terhormat. Demi Allah, jika ia datang untuk melamar sangat pantas untuk dinikahkan. Dan jika ia memberi syafaat, sangat pantas untuk diterima syafaatnya.” Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam diam, Lalu seorang laki – laki yang lain melintas dihadapan beliau, beliau kembali bertanya : “Bagaimana pendapatmu tentang laki – laki itu?” Orang itu menjawab lagi : “Wahai Rasulullah, laki – laki itu termasuk golongan muslim yang fakir. Jika ia datang melamar, sangat pantas untuk tidak diterima, dan jika memberi syafaat, sangat pantas untuk tidak diterima syafaatnya.” Lalu Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Laki – laki ini lebih baik daripada sepenuh bumi daripada laki – laki yang pertama.” [Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari] Berikut kisah – kisah para Ulama Salaf (terdahulu) dalam memilih suami beragama untuk puteri mereka walaupun laki – laki itu miskin. Kisah Imam Sa’id bin Al-Musayyab rahimahullah : Imam Sa’id bin Al-Musayyab rahimahullah, seorang ulama penghulu para tabi’in yang paling melimpah ilmu dan pemahaman agama nya wafat pada tahun 94 H. Beliau mempunyai anak perempuan yang terbilang sebagai perempuan yang paling baik, paling luhur budi pekertinya, paling banyak ilmu dan paling mengusai kitab Allah dan sunnah Rasulullah. Ia dilamar oleh Khalifah Bani Umayyah yakni Abdul Malik bin Marwan untuk puteranya yakni Al-Walid bin Abdul Malik bin Marwan. Akan tetapi Imam Sa’id bin Al-Musayyab menolak menikahkan putrinya dengan Al-Walid anak Khalifah, ia malah menikahkan anak nya dengan salah seorang muridnya yakni Katsir bin Abu Wada’ah rahimahullah. Katsir seorang yang miskin, maka Imam Sa’id mengirimkan uang sebesar 5.000 dirham kepada nya dan ia berkata : “Nafkahi isterimu dengan uang ini.” Seperti biasa, pagi harinya ketika Katsir bin Abu Wada’ah hendak keluar untuk menghadiri majelis ilmu Imam Sa’id bin Al-Musayyab rahimahullah, sang isteri (yakni anak Imam Sa’id) bertanya : “hendak kemana?” Katsir menjawab : “Ke majelis ilmu Sa’id, aku hendak belajar ilmu” Sang isteri yakni anak Imam Sa’id berkata : “Duduklah aku akan mengajari mu ilmu yang dimiliki ayah ku Sa’id bin Al-Musayyab” Katsir pun duduk dan sang isteri mengajarinya. Perhatikan bagaimana Imam Sa’id al-Musayyab rahimahullah lebih mengutamakan seorang hamba yang bertakwa daripada seorang anak khalifah yang kaya raya. Karena hamba yang bertakwa ini mengetahui hak isteri nya dan menjaga hak Allah terkait isteri nya tersebut. Kisah Tsabit bin Ibrahim. Suatu hari Tsabit bin Ibrahim melewati sebuah kebun, ketika itu ia sangat lapar. Tiba – tiba ia mendapati sebuah apel yang jatuh. Ia memakan separuhnya, lalu teringatlah bagi nya, bahwa sebuah apel itu tidak halal baginya, karena buah itu bukan menjadi hak nya. Ia pun masuk ke dalam kebun dan menjumpai seorang laki – laki yang sedang duduk. Tsabit berkata : “Aku telah memakan separuh buah apel. Aku mohon relakanlah separuh yang telah ku makan. Dan silahkan mengambil sepatuh sisanya.” Laki – laki itu berkata : “Aku sendiri tidak memiliki hak untuk memberi maaf. Akan tetapi pergila menemui tuan ku, kebun ini adalah miliknya.” Tsabit bertanya : “Dimana dia berada?” Laki – laki itu menjawab : “Jarak antara diri mu dan diri nya adalah perjalanan sehari semalam.” Tsabit berkata : “Sungguh, aku akan pergi menemuinya, betapa pun jauh perjalan nya, karena Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Setiap daging yang tumbuh dari barang haram, maka neraka lebih pantas untuk nya?” [Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan dihasankan oleh beliau] Akhirnya Tsabit sampai di tempat pemilik kebun. Ketika ia masuk menemuinya dan menceritakan peristiwa yang terjadi, pemilik kebun itu berkata : “Demi Allah, aku tidak merelakan nya untuk mu kecuali dengan satu syarat.” Tsabit berkata : “Silahkan mengajukan syarat apa pun yang engkau inginkan.” Pemilik kebun berkata : “Nikahi anak perempuan ku, akan tetapi dia tuli, bisu dan lumpuh.” Tsabit berkata : “Aku menerima lamaran nya. Aku akan berniaga dengan Allah terkait dengan anak perempuan mu itu, aku pun akan berusaha melayani nya.” Maka terlaksanalah akad pernikahan. Lalu Tsabit masuk menemui isterinya. Ia tidak tahu apa yang mesti ia lakukan, mengucapkan salam kepada nya atau diam saja, akan tetapi dia lebih memilih untuk mengucap salam agar malaikat membalas salamnya. Ketika Tsabit mengucap salam, ia mendapati isterinya membalas salamnya, bahkan isterinya berdiri dana menyambut kedatangan nya dengan tangan nya. Ia segera tahu bahwa kondisi isterinya tidak seperti yang dituturkan oleh sang ayah. Tsabit menanyakan hal itu kepadanya. Sang Isteri menjawab : “Ayah ku memberitahukan mu bahwa aku buta. Aku buta dari perkara haram, sehingga kedua mataku tidak melihat apa yang diharamkan oleh Allah. Aku tuli darip setiap perkara yang tidak diridhai oleh Allah. Aku bisu, karena lidah ku tidak bergerak kecuali untuk berdzikir kepada Allah. Aku juga lumpuh, sebab kedua kakiku tidak pernah membawa ku tempat yang dimurkai Allah.” Tsabit memandang wajah isterinya, seakan – akan wajah itu adalah bulan purnama. Ia menggauli isterinya, dan lahirlah seorang anak yang memenuhi hamparan bumi ini dengan ilmu nya dialah sang Faqihuz Zaman, al-Imam Abu Hanifah An-Nu’man rahimahullah. Allahu Akbar. DARI BENIH SIKAP WARA’, LAHIRLAH SEORANG FAQIH. [Diringkas dari Tipe Suami Isteri Penentram Hati, hal 15 - 25. Syaikh Nada Abu Ahmad. Cet Pustaka Kiswa Media] —-oOo—-2. Mengusai Kitab Allah (al-Quran) dalam Batas Tertentu Abu Hudzaifah bin Utbah bin Rabi’ah adalah salah seorang sahabat dari kalangan Muhajirin generasi pertama. Ayah nya bernama Utbah, paman nya bernama Syaibah, dan saudara laki – laki nya bernama Al-Walid. Mereka semua adalah pemuka kaum dan orang kaya di Mekkah. Hanya saja Abu Hudzaifah menikahkan saudara perempuan nya yakni Hindun dengan Salim, bekas budaknya. Karena Salim adalah salah seorang penghafal al-Quran. Tindakan ini untuk meruntuhkan setiap pondasi jahiliyah dan mengumandangkan dimulainya terbit fajar baru berupa persamaan derajat yang tidak mengenal perbedaan kecuali dalam hal ketakwaan dan amal shalih, sehingga setiap orang adalah hamba (budak) dibawah naungan kerajaan Allah. Juga kejadian seorang pemuda didalam hadits Sahl bin Sa’id as-Sa’idi yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dalam hadits yang panjang dimana Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam menikahkan seorang pemuda sahabat yang tidak memiliki apa – apa dengan mahar hafalan beberapa surat dari al-Quran. 3. Berasal dari Lingkungan Baik (Terhormat) Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Manusia ibarat barang tambang seperti halnya emas dan perak. Yang terbaik diantara mereka pada masa jahiliyah adalah yang terbaik pada masa Islam, apabila mereka mempunyai pemahaman (agama).” [Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim] [Diringkas dari Tipe Suami Isteri Penentram Hati, hal 25 – 27. Syaikh Nada Abu Ahmad. Cet Pustaka Kiswa Media. Judul asli nya Man Takhtarin dan Man Takhtar] —-oOo—-4. Seorang yang Lembut dan Santun terhadap Keluarga (Berakhlak Baik) Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Orang beriman yang paling sempurna keimanan nya adalah orang yang paling baik akhlaknya dan paling lembut terhadap keluarganya.” Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam pernah memperingatkan Fatimah binti Qais untuk tidak menikah dengan Abu Jahm karena Abu Jahm gemar memukul kaum perempuan. [Lihat, Hadits yang Diriwayatkan oleh Imam Muslim tentang ini] Didalam kitab Tuhfatul ‘Arus halaman 77 dikisahkan : “Seorang perempuan badui dilamar oleh seorang pemuda. Perempuan itu tertarik dengan ketampanan di pemuda. Tanpa memperhatikan akhlak dan perilakunya. Sang ayah menasehati anak perempuan nya tentang ketidak shalihan pemuda tersebut, tetapi si anak perempuan nya tidak puas. Sang ayah kembali menegaskan ketidak setujuan nya, tetapi si anak nya menolak.  Akhirnya perempuan tersebut menikah dengan si pemuda. Setelah sebelun masa pernikahan, sang ayah menjenguknya dirumahnya. Sang Ayah menemukan tanda – tanda kekerasan (bekas pukulan suami) pada tubuh anak nya, tetapi ia pura – pura tidak mengetahuinya. Sang ayah bertanya : “Bagaimana keadaan mu, wahai putri ku? Sang anak pura – pura memperlihatkan ekspresi kepuasan. Sang ayah bertanya : “Lantas bagaimana dengan tanda – tanda pukulan disekujur tubuh mu ini?” Si anak menangis terisak – isak cukup lama, lalu berkata : “Apa yang harus aku katakan kepada mu ayah? Aku telah mendurhakaimu dan lebih memilihnya tanpa memperhatikan akhlak dan kebaikan sikapnya.” Wahai saudariku tercinta, hendaklah anda ketahui, bahwasanya pondasi akhlak adalah sikap bijak, rendah hati, terhorman dan kasih sayang. Maka hendaknya seorang muslimah bersungguh – sungguh dalam memastikan kebaikan akhlak laki – laki yang datang melamarnya, ia tidak boleh gegabah dalam masalah ini. Sebab, jika seorang suami berakhlak buruk dan memperlakukan isterinya dengan kasar, tentu kehidupa pernikahan tidak akan berjalan dengan baik. [Diringkas dari Tipe Suami Isteri Penentram Hati, hal 27 – 30. Syaikh Nada Abu Ahmad. Cet Pustaka Kiswa Media. Judul asli nya Man Takhtarin dan Man Takhtar] —-oOo—- 5. Mempunyai Kemampuan Menikah Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian telah mampu untuk menikah, maka hendaklah ia menikah, karena yang demikian itu lebih menundukkan pandangan nya dan lebih menjaga kemaluan nya. Dan, barangsiapa yang belum mampu, hendaklah ia berpuasa. Sebab puasa mampu menjadi pengekang syahwatnya.” [Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim] Mempunyai kemampuan menikah ditinjau dari dua sisi : Pertama : Memiliki kemampuan memberikan nafkah batin. Seperti berhubungan suami isteri. Kedua : Memiliki kemampuan memberikan nafkah lahir. Seperti biaya pernikahan dan nafkah keluarga.6. Seorang yang Kuat dan Terpercaya Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman mengisahkan putri orang shalih yang berkata : “Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: “Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.” [al-Quran Surat Al-Qashash ayat 26] Kuat dalam arti mencari nafkah dan melindungi isteri dan keluarga. Sedangkan terpercaya adalah sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam : “Bertakwalah kepada Allah dengan wanita (isteri), Sesungguhnya kalian mengambil (menikahi) mereka dengan kalimat Allah” Seorang laki – laki yang tidak bisa dipercaya akan gampang memukul isteri dan merendahkan nya. Lantas dikemanakan firman Allah ta’ala ini? Tidak halal bagi suami untuk memukul isterinya, tanpa dosa yang diperbuatnya. Seharusnya suami bersikap lembut terhadap isterinya. Semua itu masuk kedalam cakupan amanah (kepercayaan). [Diringkas dari Tipe Suami Isteri Penentram Hati, hal 30 – 34. Syaikh Nada Abu Ahmad. Cet Pustaka Kiswa Media. Judul asli nya Man Takhtarin dan Man Takhtar] —-oOo—-7. Seorang yang Kufu’ Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : تتكافأدماؤهمالمسلون “Kaum Muslimin itu darah mereka sama setara.” Kufu’ adalah kesamaan dan dekatnya batas tingkatan antara suami dan isteri dalam hal kualitas agama, akhlak, status sosial dan tingkat kekayaan. Dengan demikian, tentu kondisi kufu’ antara suami dan isteri ini menjadi salah satu sebab pokok kesuksesan pernikahan, sedangkan tidak ada nya kesamaan dan kesepadanan (kufu’) ini akan menimbulkan sebentuk kesenjangan, serta rentan menyebabkan kerusakan rumah tangga. Adapun cakupan Kufu’ sebagai berikut : Pertama : Kufu’ dalam hal Agama. Kufu’ dalam hal agama diakui dalam pernikahan, bahkan menjadi syarat sah pernikahan berdasarkan kesepakatan ulama. Meskipun kufu’ yang ini tidak disyaratkan bagi keabsahan akad, namun ia sangatlah penting untuk diperhatikan. Sehingga, seseorang perempuan muslimah tidak boleh menikah dengan laki – laki kafir berdasarkan kesepakatan (Ijma’). Begitu juga seorang Muslim tidak seharusnya menikahkan anak perempuan nya yang shalihah dengan seorang laki – laki fasik. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman : “Perempuan – perempuan yang keji untuk laki – laki yang keji, dan laki – laki yang keji untuk perempuan – perempuan yang keji pula, sedangkan perempuan – perempuan yang baik untuk laki – laki yang baik dan laki – laki yang baik untuk perempuan – perempuan yang baik pula.” [al-Quran Surat an-Nur ayat 26] Kedua : Kufu’ dalam hal Nasab. Ketiga : Kufu’ dalam hal Harta. Keempat : Kufu’ dalam hal status merdeka. Kelima : Kufu’ dalam hal keahlian dan profesi. Keenam : Kufu’ dalam hal terbebas dari cacat yakni cacat yang sangat mengganggu. Masalah dan Jalan Keluarnya Apakah Kufu’ yang enam ini menjadi syarat dalam keabsahan pernikahan atau tidak…? Para ulama berbeda pendapat dan mereka terbagi kedalam dua pendapat : Pendapat Pertama : Kufu’ bukanlah syarat bagi sah nya pernikahan. Inilah pendapat yang kuat. Ini pendapat Jumhur (Kebanyakan) Ulama, diantaranya Abu Hanifah, Malik, Asy-Syafi’I dan Ahmad didalam satu riwayat darinya. Pendapat ini diriwayatkan dari Umar dan Ibnu Mas’ud. Diantara dalil yang menunjukkan kuat nya pendapat ini : Pertama : Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam menikahkan Zainad binti Jahsyi yakni salah seorang perempuan dari Bani Asad salah satu kabilah yang memiliki nasab tertinggi dengan Zaid bin Haritsah yakni salah seorang mantan budak. [Kisahnya ada didalam al-Quran Surat al-Ahzab ayat 37] Kedua : Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam menikahkan Usamah bin Zaid yakni salah seorang mantan budak dengan Fathimah binti Qais yakni seorang perempuan Quraisy yang baik nasab nya. Ketiga : Juga firman Allah Subhanahu wa ta’ala : “Dan nikahkanlah orang – orang masih sendirian diantara kamu, dan juga orang – orang yang layak menikah dari hamba – hamba sahaya mu yang laki – laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian Nya) lagi Maha Mengetahui.” [al-Quran Surat An-Nur ayat 32] Dan banyak lagi dalil yang lain nya. Dan inilah pendapat yang kuat. Pendapat Kedua : Bahwa Kufu’ merupakan syarat sah pernikahan. Ini adalah pendapat madzhab Imam Ahmad didalam riwayat yang masyhur darinya, Ats-Tsauri dan sebagian ulama hanafi. Mereka merujuk kepada sejumlah dalil yang sama sekali tidak bisa ditetapkan. Jika pun ada dalilnya, ia tidak secara tegas menyatakan pemberlakukan syarat kufu’. Pendapat ini adalah pendapat yang lemah. Kesimpulan : Jadi islam tidak mensyaratkan kufu’ antara suami isteri kecuali dalam hal agama dan akhlak, juga terkadang dalam hal terbebas dari cacat yang bisa menghalangi tujuan pernikahan didalam Islam, misalnya suami nya seorang yang impoten, sehingga tidak mampu menggauli isterinya. Dengan demikian, Islam tidak mensyaratkan kufu’ dalam hal nasab (garis keturunan). Juga tidak pada status merdeka, tidak juga dalam hal harta dan profesi (keahlian). Hanya saja meskipun bukan syarat sahnya pernikahan selain kekufu’an dalam agama, bagi wanita dan walinya dianjurkan untuk mempertimbangkan dengan bijak kekufu’an dalam beberapa hal ini yang sesuai dengan kondisi nya dan keluarganya. Agar kehidupan pernikahan nya terus berlanjut dan tidak terjadi perselisihan dan perpecahan, karena ada nya perbedaan terkait dengan kekayaan, tingkat pendidikan, status sosial dan lain sebagainya. Sebagai contoh, bila seorang dokter perempuan menikah dengan petugas kebersihan rumah sakit, sudah tentu pernikahan nya sah dan boleh, akan tetapi pada umumnya akan terjadi pembangkangan, kesewenangan dan penolakan dari pihak isteri. Dan contoh lain nya. Catatan : Ada beberapa catatan seputar syarat kufu’ ini : 1. Kekufu’an bagi golongan yang mensyaratkan nya merupakan hak perempuan dan wali artinya jika perempuan dan wali rela terhadap tidak adanya kekufu’an (selain dalam hal agama), maka pernikahan nya sah. 2. Kekufu’an diberlakukan hanya pada diri laki – laki, bukan pada diri perempuan. Jadi apabila seorang laki – laki menikah dengan seorang perempuan yang tidak kufu’ (sepadan) dengan nya, maka tidak ada cela untuknya. 3. Seyogia nya seorang perempuan memilih laki – laki yang beragama dan berakhlak, meskipun ia fakir. Bahkan seandainya perempuan itu kaya dan lebih memilih laki – laki tersebut karena agamanya, kemudian dia mempergunakan harta nya untuk dakwah suami nya menegakkan agama Allah, maka ia akan mendapatkan pahala di sisi Allah, dan ia telah meneladani Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu’anha. 4. Seorang laki – laki yang beragama dan berilmu, kufu’ (sepadan) untuk setiap perempuan.  Syaikh Muhammad Isma’il Al-Muqaddam berkata didalam kitab Audatul Hijab (2/253) : “Seorang laki – laki berilmu kufu’ (sepadan) bagi setiap perempuan, berapa pun umur perempuan itu. Meskipun si laki – laki tidak mempunyai nasab yang terkenal. Yang demikian itu karena kemuliaan ilmu berada diatas nasab dan segala bentuk kemuliaan. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman : “Katakanlah : “Apakah sama orang – orang yang mengetahui dengan orang – orang yang tidak mengetahui? Hanya orang yang berakal saja yang dapat menerima pelajaran.” [al-Quran Surat az-Zumar ayat 9] Dia juga berfirman : “Niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang – orang yang beriman diantara mu dan orang – orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [al-Quran Surat Al-Mujadilah ayat 11] [Diringkas dari Tipe Suami Isteri Penentram Hati, hal 34 – 55. Syaikh Nada Abu Ahmad. Cet Pustaka Kiswa Media. Judul asli nya Man Takhtarin dan Man Takhtar] Jambi,  Kamis - 6 Jumada Ula 1433 H / 29 Maret 2012  Jumat - 7 Jumada Ula 1433 H / 30 Maret 2012 Abu Abdillah Prima Ibnu Firdaus ar-Roni al-Mirluny

Yang dilalaikan wanita

Yang dilalaikan wanita

                             
Pertama: mewarnai kuku dengan pacarعَنْ عَائِشَةَ – رضى الله عنها – قَالَتْ أَوْمَتِ امْرَأَةٌ مِنْ  وَرَاءِ سِتْرٍ بِيَدِهَا كِتَابٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه  وسلم- فَقَبَضَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- يَدَهُ فَقَالَ « مَا  أَدْرِى أَيَدُ رَجُلٍ أَمْ يَدُ امْرَأَةٍ ». قَالَتْ بَلِ امْرَأَةٌ.  قَالَ « لَوْ كُنْتِ امْرَأَةً لَغَيَّرْتِ أَظْفَارَكِ ». يَعْنِى  بِالْحِنَّاءِ.dari aisyah, “ada seorang perempuan menyodorkan sebuah surat kepada  rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari balik tirai. Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam menarik tangan beliau sambil berkata, ‘aku  tidak tahu apakah ini tangan laki-laki ataukah tangan perempuan’.  Perempuan tersebut menjawab, ‘bahkan tangan perempuan’. Nabi shallallahu  ‘alaihi wa sallam bersabda, “jika engkau memang perempuan tentu engkau  akan mewarnai kukumu” yaitu dengan pacar (hr abu daud no 4166, dinilai hasan oleh al albani).sangat disayangkan sunnah nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini  telah ditinggalkan berganti dengan mewarnai kuku yang panjang dengan kuteks, mirip sudah dengan perempuan-perempuan kafir.kedua: memanjangkan ujung kain bagi perempuanعَنْ صَفِيَّةَ بِنْتِ أَبِى عُبَيْدٍ أَنَّهَا أَخْبَرَتْهُ أَنَّ  أُمَّ سَلَمَةَ زَوْجَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَتْ لِرَسُولِ  اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- حِينَ ذَكَرَ الإِزَارَ فَالْمَرْأَةُ يَا  رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ « تُرْخِى شِبْرًا ». قَالَتْ أُمُّ سَلَمَةَ إِذًا  يَنْكَشِفُ عَنْهَا. قَالَ « فَذِرَاعًا لاَ تَزِيدُ عَلَيْهِ ».dari shafiyah binti abu ubaid, beliau bercerita bahwa ummi salamah,  istri nabi berkata kepada rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  ketika beliau membicarakan larangan isbal (celana di bawah mata kaki,  ed) bagi laki-laki, “bagaimana dengan perempuan, wahai rasulullah?”.  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “hendaknya perempuan memanjangkan ujung kainnya sebanyak sejengkal (dari mata kaki)”.  Ummu salamah berkata, “jika demikian, ada bagian tubuh perempuan yang  masih mungkin untuk tersingkap”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda, “jika demikian, ditambahkan satu hasta (dua jengkal)-dari mata  kaki-tapi tidak boleh lebih dari itu” (hr abu daud no 4117, dinilai  shahih oleh al albani).ini adalah suatu sunnah nabi yang telah ditinggalkan oleh banyak  muslimah bahkan meski sudah bertahun-tahun komitmen dengan jilbab.ketiga: betah di rumahdi antara yang diteladankan oleh para wanita salaf yang shalihah  adalah betah berada di rumah dan bersungguh-sungguh menghindari  laki-laki serta tidak keluar rumah kecuali ada kebutuhan yang mendesak.  Hal ini dengan tujuan untuk menyelamatkan masyarakat dari godaan wanita  yang merupakan godaan terbesar bagi laki-laki.وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىyang artinya, “dan tinggallah kalian di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berdandan sebagaimana dandan ala jahiliah terdahulu” (qs al ahzab:33).ibnu katsir ketika menjelaskan ayat di atas mengatakan, “hendaklah  kalian tinggal di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian keluar  rumah kecuali karena ada kebutuhan”.وذكر أن سودة قيل لها: لم لا تحجين ولا تعتمرين كما يفعل أخواتك ؟ فقالت: قد حججت واعتمرت، وأمرني الله أن أقر في بيتي. قال الراوي:فوالله ما خرجت من باب حجرتها حتى أخرجت جنازتها.disebutkan bahwa ada orang yang bertanya kepada saudah -istri  rasulullah-, “mengapa engkau tidak berhaji dan berumrah sebagaimana yang  dilakukan oleh saudari-saudarimu (yaitu para istri nabi yang lain,  pent)?” Jawaban beliau, “aku sudah pernah berhaji dan berumrah,  sedangkan allah memerintahkan aku untuk tinggal di dalam rumah”. Perawi  mengatakan, “demi allah, beliau tidak pernah keluar dari pintu rumahnya  kecuali ketika jenazahnya dikeluarkan untuk dimakamkan”. Sungguh moga  allah ridha kepadanya. (tafsir al qurthubi ketika menjelaskan ayat di  atas).ibnul ‘arabi bercerita, “aku sudah pernah memasuki lebih dari seribu  perkampungan namun aku tidak menjumpai perempuan yang lebih terhormat  dan terjaga melebihi perempuan di daerah napolis, palestina, tempat nabi  ibrahim dilempar ke dalam api. Selama aku tinggal di sana aku tidak  pernah melihat perempuan di jalan saat siang hari kecuali pada hari  jumat. Pada hari itu para perempuan pergi ke masjid untuk ikut shalat  jumat sampai masjid penuh dengan para perempuan. Begitu shalat jumat  berakhir mereka segera pulang ke rumah mereka masing-masing dan aku  tidak melihat satupun perempuan hingga hari jumat berikutnya” (tafsir al  qurthubi ketika menjelaskan al ahzab:33).عن عبد الله : عن النبي صلى الله عليه و سلم قال : إن الْمَرْأَةُ  عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ و أقرب ما تكون من  وجه ربها و هي في قعر بيتها dari abdullah, dari nabi beliau bersabda, “sesungguhnya perempuan itu  aurat. Jika dia keluar rumah maka setan menyambutnya. Keadaan perempuan  yang paling dekat dengan wajah allah adalah ketika dia berada di dalam  rumahnya” (hr ibnu khuzaimah no 1685, sanadnya dinilai shahih oleh al  albani).keempat: perempuan ketika keluar rumah tidak mengenakan minyak wangi عَنْ أَبِى مُوسَى عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « كُلُّ  عَيْنٍ زَانِيَةٌ وَالْمَرْأَةُ إِذَا اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ  بِالْمَجْلِسِ فَهِىَ كَذَا وَكَذَا يَعْنِى زَانِيَةً ». Dari abu musa, dari nabi, “semua mata yang melihat hal yang terlarang  itu telah berzina. Perempuan yang memakai wewangian lalu melalui  sekelompok laki-laki yang sedang duduk-duduk maka perempuan tersebut  adalah demikian dan demikian yaitu pelacur” (hr tirmidzi no 2786,  dinilai hasan oleh al albani). عَنِ الأَشْعَرِىِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- «  أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ  رِيحِهَا فَهِىَ زَانِيَةٌ ». Dari al asy’ari, rasulullah bersabda, “seorang perempuan yang mengenakan  wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau  harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur” (hr  nasai no 5126, dinilai hasan oleh al albani). عن يحيى بن جعدة أن عمر بن الخطاب خرجت امرأة على عهده متطيبة فوجد ريحها  فعلاها بالدرة ثم قال تخرجن متطيبات فيجد الرجال ريحكن وإنما قلوب الرجال  عند أنوفهم اخرجن تفلات dari yahya bin ja’dah, “di masa pemerintahan umar bin khatab ada seorang  perempuan yang keluar rumah dengan memakai wewangian. Di tengah jalan,  umar mencium bau harum dari perempuan tersebut maka umar pun memukulinya  dengan tongkat. Setelah itu beliau berkata, “kalian, para perempuan  keluar rumah dengan memakai wewangian sehingga para laki-laki mencium  bau harum kalian?!! Sesungguhnya hati laki-laki itu ditentukan oleh bau  yang dicium oleh hidungnya. Keluarlah kalian dari rumah dengan tidak  memakai wewangian” (hr abdurrazaq dalam al mushannaf no 8107). عن بن جريج عن عطاء قال كان ينهى أن تطيب المرأة وتزين ثم تخرج dari juraij, atha, seorang tabiin, melarang perempuan yang hendak keluar  rumah untuk memakai wewangian dan berdandan (riwayat abdur razaq no  8108). عن إبراهيم قال طاف عمر بن الخطاب في صفوف النساء فوجد ريحا طيبة من رأس  امرأة فقال لو أعلم أيتكن هي لفعلت ولفعلت لتطيب إحداكن لزوجها فإذا خرجت  لبست أطمار وليدتها قال فبلغني أن المرأة التي كانت تطيبت بالت في ثيابها  من الفرق dari ibrahim, umar (bin khatab) memeriksa shaf shalat jamaah perempuan  lalu beliau mencium bau harum dari kepala seorang perempuan. Beliau  lantas berkata, “seandainya aku tahu siapa di antara kalian yang memakai  wewangian niscaya aku akan melakukan tindakan demikian dan demikian.  Hendaklah kalian memakai wewangian untuk suaminya. Jika keluar rumah  hendaknya memakai kain jelek yang biasa dipakai oleh budak perempuan”.  Ibrahim mengatakan, “aku mendapatkan kabar bahwa perempuan yang memakai  wewangian itu sampai ngompol karena takut (dengan umar)” (riwayat abdur  razaq no 8118).hanya allah yang memberi taufik.via: ustadz aris

Wahai yang mencintaiku~

wahai yang mencintaiku
 

“Teruntuk engkau yg mencintaiku..
Ketika kau masih tak mampu menghalalkanku..
Ijinkan aku berbicara tentang cinta padamu..
Wahai yg mencintaiku…
Sesungguhnya…
Kata kata cintamu tak menjadi mata air yg jernih di padang pasir di tengah sahara hatiku..
Tetapi justru… Menjadi percikan api yg setiap saat mampu membakar diriku..
Membakar rindu yg seharusnya untuk Rabb-ku..
Membakar cemburu yg seharusnya untuk Rabb-ku..
Membakar semangat yg seharusnya hanya karena Rabb-ku..
Wahai yg mencintaiku…
Sungguh kata-kata cintamu setajam pedang yg siap menebas apapun..
Tidak-kah kau ingin mengalihkan pedangmu itu untuk menebas apapun..
Tidak-kah kau ingin mengalihkan pedangmu itu menebas nafsu …
Dan gejolak hati yg kini meresahkan jiwamu.?
Wahai yg mencintaiku… Aku bukan malaikat yg tak punya hawa nafsu..
Aku hanya manusia biasa yg juga menginginkan cinta ..
Kehadiranmu memang mampu memberi sebuah warna ..
Tapi sungguh itulah yg membuatku tersiksa..
Bukan aku tak mampu menghargai yg kau rasa..
Tapi sungguh bukankah aku akan gagal mempertahankan hatiku yg selalu ingin terjaga..
Wahai yg mencintaiku…
Tidak-kah kau ingin cinta itu sesuci cintanya Ali dan Fatimah ..
Dalam diam ia mencinta..
Dalam rindu ia ber do’a..
Jika karna cinta kau mampu menjadi seorang pujangga.. T
idak-kah kau ingin mempersembahkannya kpd cintamu yg sesungguhnya..
Allahu Rabbi…. Tak tahu-kah kau bahwa cemburuNya teramat luar biasa.?
Wahai yg mencintaiku…
Ungkapan perasaanmu tak membuat bunga-bunga di taman hatiku merekah..
Tetapi justru membuat bunga itu layu sebelum mekar..
Duri-duri bunga itu seketika tumpul..
Lemah dan tak mampu lagi melindungi sari bungaku..
Wahai yg mencintaiku…
Bukankah cinta sejati bukanlah yg menyakiti.?
Tapi taukah engkau..
Perasaan cinta yg kau bilang tak bisa terdiam terlalu lama,  tapi bisa kau halal-kan dengan segera..
Sesungguhnya menyakiti jiwaku..
Melalaikanku menjadi seorang hamba..
Dan mendekatkanku pada angan-angan semu yg seharusnya tak boleh ada ..
Wahai yg mencintaiku…
Renungkanlah…
Tak ada kebahagiaan yg sesungguhnya kurasa saat ini..
Yg ada hanya kesibukan untuk selau membenahi diri
Tak ada kata terlambat untuk segera memperbaiki..
Simpanlah cintamu hingga Allah memutuskannya nanti..
Salam dari yg kau cintai..”
via Muhammad Barro’ Syahid hamba yg fakir di hadapan Allah swt.

Minggu, 15 Juli 2012

Cinta?~~~~~~~

Bismillahirrahmanirrahim.

Seperti hal nya remaja lainnya. Aku juga merasakan cinta.....virus merah jambu yang seharusnya tidak boleh dilampiaskan sekarang.
 Jika benar mencintai....apa buktinya? jangan pernah mengatasnamakan "pacaran" sebelum nikah itu jawabannya!
Ketahuilah, bukanlah lebih nikmat jika kita bisa merasakan cinta dalam diam. Ketika si "dia" tidak tau kita menaruh hati padanya. Ketika kita mengkomunikasikan dengan Yang Maha Cinta Yang Maha Menentukan. Ketika kita terus memantaskan diri di hadapan-Nya. Ketika itu pula cinta yang bersemi tidak ternodai. Lantas, lain halnya dengan cinta yang disalurkan lewat "pacaran".........yang selalu bisa mentransfer energi cinta itu sebelum waktunya. Mengutarakan aku suka kamu, aku sayang kamu, aku cinta! cinta! cinta sama kamu. Yang padahal belum tentu itu benar jodoh kita ;-) dia yang selalu kamu banggakan, yang kamu cintai, yang kamu kangeni belum tentu menjadi pendampingmu.  Pacaran berabad-abad bukan jaminan. Sudikah kiranya, pasangan kita nanti pernah sama yang "ini" sama yang "itu"? Check our self!

Pasangan itu seperti copy-an diri kita~
Mau punya pasangan yang rajin shalatnya? di tambah dengan ketepatan waktunya, ditambah dengan sunnah rawatibnya, shalat tahajudnya, shalat dhuha nya. Subhanallah, siapa yang tidak ingin mempunyai pasangan yang menggandeng kita menuju syurga-Nya? Makadari itu, apakah kita sudah seperti itu pula?
 ”Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (surga).”  (Q.S An-Nur:26)

Jelas tertera :-)
Karena....pria sejati tidak pernah ajak pacaran, ia tak menemui perempuan nya melainkan ayah nya :)
Tidak ada keseriusan dalam berpacaran...serius itu dengan cara menikahi.
Lebih baik menunggu lama dapat yang terbaik daripada harus terburu-buru dapat yang jauh dari kata baik~






So, yuk putusakan pacarmu dan kenali islam lebih jauh :-))))))
Kehidupan di dunia tak lain hanya sebentar saja.......


-Waallahua'lm bissawab
Kurang lebihnya mohon minta maaf ;) Terima kasih...



~@Ainylestari

Selasa, 10 Juli 2012

11~

Bismillahirrahmanirrahim.

Pertama kalinya aku nyoblos. Sebelum berangkat kerja aku ke TPS 15 dulu. "Saya sendiri saja yaa" kataku pada orang yg menjagai tinta. Lalu kata akhwat itu "Iya, saya mengerti" Syukran" Saya senang ternyata sebenarnya mereka paham dengan melihat cara berpakaianku mungkin hihi.