Rabu, 28 Maret 2012

Doa yang indah~


'Ali Zainal 'Abidin ibn Husain. Maka mari kita menyimak butir-butir doanya dalam Shahifah As Sajjadiyah yang mengharu biru, doa jalan tinggi, doa untuk menjadi cahaya.
Ya Allah, sampaikan salam shalawat kepada Muhammad dan keluarganya

Bimbinglah aku untuk
Melawan orang yang mengkhianatiku dengan kesetiaan
Membalas orang yang mengabaikanku dengan kebajikan
Memberi orang yang bakhil kepadaku dengan pengorbanan
Menyambut orang yang memusuhiku dengan kasih sayang
Menentang orang yang menggunjingku dengan pujian
Berterima kasih atas kebaikan dan menutup mata dari keburukan
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya

Hiasilah kepribadianku dengan hiasan para shalihin
Berilah aku busana kaum Muttaqin

Dengan menyebarkan keadilan, menahan kemarahan, meredam kebencian, mempersatukan yang terpecah, mendamaikan pertengkaran, menyiarkan kebaikan, menyembunyikan kejelekan, memelihara kelembutan, memiliki kerendahan hati,berperilaku yang baik, memegang teguh pendirian, menyenangkan dalam pergaulan, bersegera melakukan kebaikan, meninggalkan kecaman, memberi walau kepada yang tidak berhak,

berbicara yang benar walau berat,
menganggap sedikit kebaikan sendiri,
walau terasa banyak dalam ucapan dan perbuatan,
dan menganggap banyak keburukan pribadi,
walau sedikit dalam kata-kata dan tingkah laku.

Sabtu, 24 Maret 2012

~

Bismillahirrahmanirrahim~

Bagaimana ukhti mengenai 'virus merah jambu' ?

Sebagaimana perempuan-peremouan lain nya saya juga pernah mengalami jatuh cinta. END~

Jumat, 23 Maret 2012

Keseimbangan :-)

Bismillahirrohmanirrohim~

"Cintailah kekasihmu sewajarnya," demikian Sang Nabi mengingatkan sebagaimana diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi , "Siapa tahu ia menjadi musuhmu pada suatu saat nanti.Dan bencilah musuhmu sesederhana mungkin, siapa tahu ia menjadi sahabat dekatmu pada suatu saat nanti"

Saling mencintai karena Allah~

Bismillahirrohmanirrohim.

"Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah terdapat orang-orang yang bukan nabi, dan bukan pula syuhada," ujar Rasulullah sebagaimana di bawakan dalam hadits oleh Imam Abu dawud, " Tapi bahkan para nabi dan syuhada cemburu  pada mereka di hari kiamat nanti, tersebab kedudukan yang di berikan oleh Allah pada mereka."

"Ya Rasullullah," kata para sahabat ketika itu," Beri tahukanlah kepada kami, siapa mereka?"
"Mereka itu adalah," jawab beliau, "Segolongan manusia yang saling mencintai karena rahmat Allah. Bukan oleh sebab kekerabatan dan darah. Bukan pula karena didasarkan pemberian harta. Demi Allah, wajah mereka pada hari itu bersinar cemerlang dan mereka berada di atas cahaya. Mereka tiada merasa khawatir ketika manusia lain ketakutan. Dan mereka tidak bersedih ketika manusia lain berduka."

Sebuah hadits Qudsi yang dibawakan Imam Ahmad dan At-Tirmidzi merekam kalimat Allah 'Azza wa Jalla tentang karunia kepada para pencinta ini. "Orang-orang yang saling mencintai demi keagunganKu,""Akan diberikan padanya mimbar dari cahaya yang dicemburui oleh para Nabi dan syuhada" demikian Allah berfirman,

Alangkah agungnya mereka yang mendapat karunia itu.
Alangkah beruntungnya mereka yang beroleh kemuliaan itu. Hari ini dalam tertatihnya kita meniti ukhuwah yang terasa gersang, dalam menyambungi silaturrahim yang terasa kering, dan dalam menjalin hubungan yang terasa pahit, kita telah merasa sejuk sekedar mendengar frasa 'saling mencintai karena Allah'.


Waallahualam bisshowab

-Dikutip dari buku "Dalam Dekapan Ukhuwah"

Kamis, 22 Maret 2012

-

Ich möchte nur mehr über Sie erfahren.
Kopfschmerzen
bedrückt
Ich quälte mich zu lange
manchmal, eine Liebesgeschichte nicht nur zwei Personen
Ich bekomme ein Geschenk, das mir macht traurig!!
Ich brauche Zeit, dich zu vergessen

Senin, 19 Maret 2012

Saudariku......yuk :-)

Bismillahirrohmanirrohim.
Assalaamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.

"Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik , dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)....." (QS. an-Nur:26)

Lalu, bagaimana dengan perempuan yang baik itu? Perempuan yang melaksanakan kewajiban sesuai dengan perintah Allah dan rasul-Nya. Diantaranya, berhijab :-)

Saudariku, hijab itu kewajiban kita sebagai perempuan-perempuan muslim. Bagaimana tidak? Al-Qur'an telah menjelaskan betapa pentingnya kaum hawa untuk senantiasa menutupi auratnya.

"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakan perhiasannya (auratnya), kecuali yang biasa terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya...." (QS. an-Nur:31)

Saudariku, lantas apa yang menghalangimu untuk menutup auratmu ?

~ Apa karena takut di jauhi orang lain? di cemooh, di asingkan?
Ketahuilah, segala sesuatu yang di perintahkan oleh Allah tidaklah akan berdampak buruk untuk diri kita. Dijauhi, Cupu atau jauh dari kata gaul itu kan tidak dosa :-) Jika, kita di jauhi karena berjilbab bukan kah menjadi seleksi alam tersendiri dalam berteman. Tidak usah takut saudariku, setiap orang berhak menilai tetapi yang menentukan diri kita sendiri. Dan apakah kita mau terus-terusan mikirin apa kata orang? padahal kita berada di jalan yang benar. Toh, yang akan mempertanggung jawabkan amalan kita nanti ya kembali kepada diri sendiri, tidak bergantung dengan orang lain.
Dimata orang bagus bukankah belum tentu dimata Allah juga bagus?
Pilihan itu di tangan kita ukhti, jangan sampai hidup kita di rencanakan oleh orang lain :-)

~Belum siap, belum dapat hidayah!
Saudariku, jilbab itu kewajiban bukan kesiapan. Nunggu siap? nunggu datang hidayah? nunggu di berubahkan? Telah jelas bahwa "....Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri...." (QS. ar-Ra'd:11)
Hidayah itu mesti diperjuangkan bukan untuk ditunggu. Jika, nanti ajal telah menjemput sebelum kesiapan itu datang bagaimana? Dapatkah kita saudariku, untuk memutar kembali waktu?  saudariku, penyesalan selalu datang di akhir :-)

~Kelakuan masih nggak baik, malu ah sama jilbabnya.
Alih-alih jangan meng-kambinghitamkan kelakuan kita saudariku.....bukankah kewajiban memang tetap kewajiban. Kalau ingin berubah jangan lihat kondisi kita yang sekarang. Kalaupun akhlak kita masih jauh dari kata baik insya Allah dengan berjilbab perubahan akan sering menghiasi. Mantapkan hati kita, niatkan karena Allah ta'ala.

Jangan larut dengan segala yang mengganjal kita untuk berbuat kebaikan. Fokuskan niat kita. Di setiap keputusan pastilah ada resikonya. Yuk saudariku.....kesampingkan paradigma-paradigma tidak baik itu. Dan mulai saat ini tancapkan di hati bahwa : Aku Takut Tak Berjilbab (Judul Buku). Bahwasanya, kehidupan di dunia ini hanya sementara janganlah kita lalai dalam beribadah kepada-Nya. Sungguh janji Allah sangatlah pasti.

Wallahualam bishowab.
Assalaa'mualaikum warahmatullah wabarakatuh.








(Ainy selagi nunggu Tata latihan paskibra)


Minggu, 11 Maret 2012