Senin, 19 Maret 2012

Saudariku......yuk :-)

Bismillahirrohmanirrohim.
Assalaamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.

"Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik , dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)....." (QS. an-Nur:26)

Lalu, bagaimana dengan perempuan yang baik itu? Perempuan yang melaksanakan kewajiban sesuai dengan perintah Allah dan rasul-Nya. Diantaranya, berhijab :-)

Saudariku, hijab itu kewajiban kita sebagai perempuan-perempuan muslim. Bagaimana tidak? Al-Qur'an telah menjelaskan betapa pentingnya kaum hawa untuk senantiasa menutupi auratnya.

"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakan perhiasannya (auratnya), kecuali yang biasa terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya...." (QS. an-Nur:31)

Saudariku, lantas apa yang menghalangimu untuk menutup auratmu ?

~ Apa karena takut di jauhi orang lain? di cemooh, di asingkan?
Ketahuilah, segala sesuatu yang di perintahkan oleh Allah tidaklah akan berdampak buruk untuk diri kita. Dijauhi, Cupu atau jauh dari kata gaul itu kan tidak dosa :-) Jika, kita di jauhi karena berjilbab bukan kah menjadi seleksi alam tersendiri dalam berteman. Tidak usah takut saudariku, setiap orang berhak menilai tetapi yang menentukan diri kita sendiri. Dan apakah kita mau terus-terusan mikirin apa kata orang? padahal kita berada di jalan yang benar. Toh, yang akan mempertanggung jawabkan amalan kita nanti ya kembali kepada diri sendiri, tidak bergantung dengan orang lain.
Dimata orang bagus bukankah belum tentu dimata Allah juga bagus?
Pilihan itu di tangan kita ukhti, jangan sampai hidup kita di rencanakan oleh orang lain :-)

~Belum siap, belum dapat hidayah!
Saudariku, jilbab itu kewajiban bukan kesiapan. Nunggu siap? nunggu datang hidayah? nunggu di berubahkan? Telah jelas bahwa "....Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri...." (QS. ar-Ra'd:11)
Hidayah itu mesti diperjuangkan bukan untuk ditunggu. Jika, nanti ajal telah menjemput sebelum kesiapan itu datang bagaimana? Dapatkah kita saudariku, untuk memutar kembali waktu?  saudariku, penyesalan selalu datang di akhir :-)

~Kelakuan masih nggak baik, malu ah sama jilbabnya.
Alih-alih jangan meng-kambinghitamkan kelakuan kita saudariku.....bukankah kewajiban memang tetap kewajiban. Kalau ingin berubah jangan lihat kondisi kita yang sekarang. Kalaupun akhlak kita masih jauh dari kata baik insya Allah dengan berjilbab perubahan akan sering menghiasi. Mantapkan hati kita, niatkan karena Allah ta'ala.

Jangan larut dengan segala yang mengganjal kita untuk berbuat kebaikan. Fokuskan niat kita. Di setiap keputusan pastilah ada resikonya. Yuk saudariku.....kesampingkan paradigma-paradigma tidak baik itu. Dan mulai saat ini tancapkan di hati bahwa : Aku Takut Tak Berjilbab (Judul Buku). Bahwasanya, kehidupan di dunia ini hanya sementara janganlah kita lalai dalam beribadah kepada-Nya. Sungguh janji Allah sangatlah pasti.

Wallahualam bishowab.
Assalaa'mualaikum warahmatullah wabarakatuh.








(Ainy selagi nunggu Tata latihan paskibra)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar