Sabtu, 02 Maret 2013

Seperti memakan spagheti berkuah


SEPERTI MEMAKAN SPAGHETI BERKUAH~

“Gin, Kar, Ta gimana kalau kita adakan kumpul bersama?” Gina dg sangat antusias langsung nyambar “Setuju!” “Ke Ragunan ya?” Yuaaaaah capek deh Gin. Demen banget ketemu binatang-binatang gitu. “Kan banyak pohon” jawab Gina ngeles. Sebenarnya Gina juga ngga suka-suka banget ke Taman binatang itu, dia hanya suka mengenang masa-masa lalunya. Iya…..masa lalu nya yg entah kapan dia benar-benar bisa merelakan nya. Tiga sahabatnya mengerti benar dengan Gina. Yah, jadi mau di tutupi pakai apapun jua, ya ngga akan bisa. Sahabatan 4 tahunan gitu loooch!~
“Gue tau! Suara Karina mengagetkan kami. Kita ke kampung gue aja….Bandung” “Demi? Sumpah? Ciyus kita naik apa dun?” “TANIAAAAAAAA!!!!”
Tania, iya dia sahabatku yang paling menggemaskan disaat orang-orang lagi serius dia santai dan di saat orang-orang santai dia serius. Seru di ajak diskusi, tapi ngga seru kalau di ajak lari ;P
Dan Tania sama Gina ngga jauh beda, Lucu nya bikin gemes :O)
Pernah ya, suatu ketika Gina sama Tania pergi ke salah satu kampus di kawasan bogor menghadiri acara Seminar Nasional. Di kala pagi yang hangat, kita sampai di kampus hijau itu. Sayang dong, di lewatkan begitu saja dengan tidak berdhuha.
Bergegaslah kita, mencari tempat shalat. Dan………Tereeeng! Musholanya ada di dalam toilet pria. Kalau anda jadi saya? Apa yang akan lakukan?
A.      Tidak jadi shalat, karena bahaya bok di didalem toilet pria
B.      Shalat. Tetep harus shalat.

Pilihan jatuh pada point B. saya tahu benar, Tania itu ngga kuatan sama bau-bau toilet gitu tapi kita tetap lakukan karena Mushala yg tersedia yg di kasih tau kakak-kakak panitia ya ini.
“Tan, masih kuat kan? Tania menahan air mata tanda bahwa segera ada yang ingin di keluarkan dari  mulutnya.” Jgr gr gr gr hueks *Ini adalah suara muntah tolong di hayati*
Keluar jualah kita dari toilet itu, dan ketika kita berjalan sedikit saja terlihat papan yang bertuliskan “Mushala Wanita” Wajah Gina dan Tania berubah nggak karuan.  Pelongo. Shock. Tolong. Dan semua rasa itu kita leburkan dengan tertawa sambil bilang “Ini mata di butakan kali ya. Tadi padahal udah nengok-nengok. Gini nih ngga jodoh” Ada hikmah di balik ini semua~
Fix!  Minggu pagi kita kumpul di stasiun kereta Gambir. Pukul 06.00 WIB.
Gina di anter Bapaknya. Karina juga di anter Bapaknya. Tania juga di anter Bapaknya. Ih sudah-sudah semua di anter Bapaknya. Termasuk Armi.
“Hati-hati ya Gin. Jangan nakal” dari dulu pasti petuah itu yang ku dapati dari Bapakku, dari masih TK sampai sekarang ini SMA. Dan pasti gitu, jangan nakal ya! Dengan nada yang halus sekali.






1 komentar: