Bismillahirrahmanirrahim.
Ini semua mengingatkanku pada sesuatu. Gang sempit yang menjadi tempat hilir mudik untuk memasuki pasar. Di penuhi dengan berbagai orang dari berbagai kalangan menengah kebawah. Ada pengemis yang sedang asyik ngobrol dengan sesama pengemis. Pengemisnya sudah tua sangat tua menurutku ia di dorong dengan gerobak kayu. Yang menggangguku kenapa pengemis itu merokok?
Ada juga anak kecil yang nangis menjerit....entah apa yang ia tangisi. Ada adik kecil yang sibuk dengan hp kameranya...di tengah hilir mudik ia pede aja berpose.
Sudah menjelang maghrib...banyak toko-toko yang sudah tutup. Aku hanya mengantar teman kantorku untuk membeli barang dagangan. Aku duduk dan memandang sekitar.
Di tengah ramai nya pasar ku dpati seorang bapak-bapak sedang memilih mukena, sepertinya ia bingung harus membeli yang mana. Aku berdiri seraya menunjuk yang menurutku bagus......bapak itu bilang ini untuk anaknya. Bapak yang perhatian~
Aku bersyukur sekali di lahirkan di keluarga seperti ini, mempunyai sahabat-sahabat, di lingkungan yang baik, Uh tak pantas rasanya keluh kesah yang sering keluar dari mulutku. Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?)
Aku membayangkan di posisi mereka......tapi aku tak kuat untuk terus membayangkan nya.
Merdu bannget suara imam nya. Subhanallah, sesuatu yang di sampaikan lewat hati pasti akan mudah sampai ke hati pula. Aku bersyukur bisa berada di sini. Di sekelilingi orang-orang besar. Allah Maha Adil dan derajat kita sama di mata Allah.
Jadi, yang kaya yang sederhana yang apapun juga di dengar sama Allah. Allah Maha Mendengar.
Aku haru dan teharu sekali dengan lantunan nya. Aku juga haru bisa merasakan shalat tarawih di sini. Ya.....di sini :-)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar