Bismillahirrahmanirrahim.
"Aku akan nunggu kamu, sampai kamu siap Li" suara Handri mengecil seraya meninggalkan aku sendiri. Aku tidak bisa terpedaya dengan seuntai kata-kata atau jani-janji yang entah ditepati atau tidak. Ku tangkap dari wajah Handri kelihatan nya dia serius.....bulat sudah tekadnya.....untuk menungguku.
Besok pasti menyenangkan, bagaimana tidak? Fix kami bertujuh akan pergi ke luar kota. "Gif, besok nyetirnya hati-hati yaa" kataku mengingatkan Gifar lewat sms. "Lho, emangnya kamu nggak ikut besok?" "ikut kok Gif" "Oh" Gifar Gifar, jadi orang jangan kebangetan cuek kenapa sih? karena itu memang selera aku bgt....iuh.
Pagi-pagi udah semangat 45 prepare untuk berpinik ria bareng sahabat-sahabat Hmm sama dia juga sih jadi semangat banget bukan semangat ajahhh :P
"Jemput Sabi dulu teman-teman, biasalah dia telat....jadi apa kita kalo nunggu dia?." "jadi orang" krik. Pertanyaan retorik itu di jawab Talita sekenanya...alhasil garing.
"Eh, radio on dong" Mawar seakan ingin menutupi kegaringan Talita tadi. Seperti biasa, aku masih kalem...duduk manis...senyam senyum ngga jelas. Temen-temen sih sudah mudeng. Gifar dan aku pasti diem-dieman seperti orang yang baru kenal eh ngga deh, mending kalo baru kenal masih nanya-nanya. Nah ini, flat man!
"Bi, duduk depan lah" Sabi yang baru saja kita jemput senyum cengengesan berasa ngga punya salah. "Tau salah lo ngga sih Bi? aku angkat bicara. "Iya, tau-tau Li, semuanya gue minta maaf" kami memanggut puas.
Gini nih....kalo sudah komplit kita pasti rame. Iya...rame banget. Rame sendiri-sendiri maksudnya hehe Perempuan seturu perempuan. Laki-laki seturu laki-laki. Tapi, anehnya kita selalu gantian bicara. Selagi, laki-laki yang bicara mengenai sekolah, genk-genk, apalah itu yang pasti nya bukan cewek banget kami perempuan mendengarkannya. Um, tepatnya gak sengaja mendengar karena kan kita gak di ajak ngomong. Begitupun sebaliknya.
"Mila, diem aja. Mual ya? Mila rada mabok AC mobil. "Biasa Li"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar