Bismillahirrahmanirrahim.
Gina namanya, perempuan berjilbab panjang tidak terlalu
tinggi, tetapi penuh pesona. Pesona yg ia pancarkan keluar dari aura dalam
dirinya, Ia pandai mengaji bahkan sdh banyak hafal sebagian Al-Qur’an, ia juga
manis karena sering tersenyum kepada sesama, Anggun dengan balutan jilbab
syar’i nya.
DANA JATUH CINTA~
Setengah terengah-engah menaiki tangga rumah, Dana dg lesuh
nya tetap berusaha menaiki tangga. “Kamu kenapa dan? Shalat gih, ambil wudhu.
Sdh shalat ashar belum?” “Sudah” jawab Dana singkat.
Aku sengaja tidak menanyakan Dana kenapa? Pastilah, dia
malas menceritakan nya kepada ku. Pulang sekolah, Capek, dan pasti nya dengan
perut lapar. Hmm, perlu pemahaman batin ternyata;-)
“Dan, mbok ya kamu cerita kalau ada apa-apa. Kalau tidak mau
sama kakakmu ini, ya ceritalah kepada Allah. Jadi, muka mu ya ngga kusut
marisut kayak td sore itu, cepet tua lho
;P’ Kataku separuh meledek.
“Mba, memangnya suka sama perempuan itu salah ya?” Aku
langsung mengacak-acak rambutnya yg lurus itu. “wuuu dasar, kirain kenapa. Jd
soal? Pe-rem-pu-an? Kata-kataku menegaskan.
Laki-laki tuh kuat dong, jangan melankolis gitu apalagi hanya masalah
“Perempuan” Iyuuuuwh. “Mbak, aku serius” “Aku suka sama salah satu perempuan di
kelas, dia baik mba, shalatnya tepat waktu, udah gitu rajin shalat
sunnah-sunnahnya juga” “Terus kamu suka?” “Iya mba, pakai nanya deh. Tapi mbak
kelihatan nya dia lebih suka menyendiri gitu, aku ngga berani dekat dengan nya.” Hus Hus, kamu tau ngga
kenapa kamu ngga berani deket dengan peremupuan itu? Karena kamu belum sepadan
dengan nya. Shalat sunnah juga ngga kamu? Ngga kan :-P” “Lagian ya, kamu itu
masih SMP, yang boleh mengenal lebih dekat itu hanya orang-orang yang benar
sudah siap, siap untuk menikah” “Oh gitu
mba” Jawab Dana singkat padat dan gamang.
“Semoga Dana ngerti, cinta kepada yang belum halal tidak
boleh dipupuk dari sekarang, karena akan dalam, endap dan setengah permanen di
hati. Ah, jadi ingat sewaktu aku SMP” Fikir aku dalam hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar