Minggu, 04 November 2012

DANA JATUH CINTA~



Bismillahirrahmanirrahim.
Gina namanya, perempuan berjilbab panjang tidak terlalu tinggi, tetapi penuh pesona. Pesona yg ia pancarkan keluar dari aura dalam dirinya, Ia pandai mengaji bahkan sdh banyak hafal sebagian Al-Qur’an, ia juga manis karena sering tersenyum kepada sesama, Anggun dengan balutan jilbab syar’i nya.

DANA JATUH CINTA~
Setengah terengah-engah menaiki tangga rumah, Dana dg lesuh nya tetap berusaha menaiki tangga. “Kamu kenapa dan? Shalat gih, ambil wudhu. Sdh shalat ashar belum?” “Sudah” jawab Dana singkat.
Aku sengaja tidak menanyakan Dana kenapa? Pastilah, dia malas menceritakan nya kepada ku. Pulang sekolah, Capek, dan pasti nya dengan perut lapar. Hmm, perlu pemahaman batin ternyata;-)
“Dan, mbok ya kamu cerita kalau ada apa-apa. Kalau tidak mau sama kakakmu ini, ya ceritalah kepada Allah. Jadi, muka mu ya ngga kusut marisut kayak td sore itu,  cepet tua lho ;P’ Kataku separuh meledek.
“Mba, memangnya suka sama perempuan itu salah ya?” Aku langsung mengacak-acak rambutnya yg lurus itu. “wuuu dasar, kirain kenapa. Jd soal? Pe-rem-pu-an? Kata-kataku menegaskan.  Laki-laki tuh kuat dong, jangan melankolis gitu apalagi hanya masalah “Perempuan” Iyuuuuwh. “Mbak, aku serius” “Aku suka sama salah satu perempuan di kelas, dia baik mba, shalatnya tepat waktu, udah gitu rajin shalat sunnah-sunnahnya juga” “Terus kamu suka?” “Iya mba, pakai nanya deh. Tapi mbak kelihatan nya dia lebih suka menyendiri gitu, aku ngga berani  dekat dengan nya.” Hus Hus, kamu tau ngga kenapa kamu ngga berani deket dengan peremupuan itu? Karena kamu belum sepadan dengan nya. Shalat sunnah juga ngga kamu? Ngga kan :-P” “Lagian ya, kamu itu masih SMP, yang boleh mengenal lebih dekat itu hanya orang-orang yang benar sudah siap, siap untuk menikah”  “Oh gitu mba” Jawab Dana singkat padat dan gamang.
“Semoga Dana ngerti, cinta kepada yang belum halal tidak boleh dipupuk dari sekarang, karena akan dalam, endap dan setengah permanen di hati. Ah, jadi ingat sewaktu aku SMP” Fikir aku dalam hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar