SEPERTI MEMAKAN
SPAGHETI BERKUAH~
“Gin, Kar, Ta gimana kalau kita adakan kumpul bersama?” Gina
dg sangat antusias langsung nyambar “Setuju!” “Ke Ragunan ya?” Yuaaaaah capek
deh Gin. Demen banget ketemu binatang-binatang gitu. “Kan banyak pohon” jawab
Gina ngeles. Sebenarnya Gina juga ngga suka-suka banget ke Taman binatang itu,
dia hanya suka mengenang masa-masa lalunya. Iya…..masa lalu nya yg entah kapan
dia benar-benar bisa merelakan nya. Tiga sahabatnya mengerti benar dengan Gina.
Yah, jadi mau di tutupi pakai apapun jua, ya ngga akan bisa. Sahabatan 4
tahunan gitu loooch!~
“Gue tau! Suara Karina mengagetkan kami. Kita ke kampung gue
aja….Bandung” “Demi? Sumpah? Ciyus kita naik apa dun?” “TANIAAAAAAAA!!!!”
Tania, iya dia sahabatku yang paling menggemaskan disaat
orang-orang lagi serius dia santai dan di saat orang-orang santai dia serius.
Seru di ajak diskusi, tapi ngga seru kalau di ajak lari ;P
Dan Tania sama Gina ngga jauh beda, Lucu nya bikin gemes :O)
Pernah ya, suatu ketika Gina sama Tania pergi ke salah satu
kampus di kawasan bogor menghadiri acara Seminar Nasional. Di kala pagi yang
hangat, kita sampai di kampus hijau itu. Sayang dong, di lewatkan begitu saja
dengan tidak berdhuha.
Bergegaslah kita, mencari tempat shalat. Dan………Tereeeng!
Musholanya ada di dalam toilet pria. Kalau anda jadi saya? Apa yang akan
lakukan?
A.
Tidak jadi shalat, karena bahaya bok di dadalem
toilet pria
B.
Shalat. Tetep harus shalat.
Pilihan jatuh pada point B. saya tahu benar, Tania itu ngga
kuatan sama bau-bau toilet gitu tapi kita tetap lakukan karena Mushala yg
tersedia yg di kasih tau kakak-kakak panitia ya ini.
“Tan, masih kuat kan? Tania menahan air mata tanda bahwa
segera ada yang ingin di keluarkan dari
mulutnya.” Jgr gr gr gr hueks *Ini adalah suara muntah tolong di hayati*
Keluar jualah kita dari toilet itu, dan ketika kita berjalan
sedikit saja terlihat papan yang bertuliskan “Mushala Wanita” Wajah Gina dan
Tania berubah nggak karuan. Pelongo.
Shock. Tolong. Dan semua rasa itu kita leburkan dengan tertawa sambil bilang
“Ini mata di butakan kali ya. Tadi padahal udah nengok-nengok. Gini nih ngga
jodoh” Ada hikmah di balik ini semua~
Fix! Minggu pagi kita
kumpul di stasiun kereta Gambir. Pukul 06.00 WIB.
Gina di anter Bapaknya. Karina juga di anter Bapaknya. Tania
juga di anter Bapaknya. Ih sudah-sudah semua di anter Bapaknya. Termasuk Armi.
“Hati-hati ya Gin. Jangan nakal” dari dulu pasti petuah itu
yang ku dapati dari Bapakku, dari masih TK sampai sekarang ini SMA. Dan pasti
gitu, jangan nakal ya! Dengan nada yang halus sekali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar